HUBUNGAN MANUSIA DAN TANAH.

Bahwa hubungan manusia dan tanah adalah tidak dapat terpisahkan, karena tanah, selalu mengikuti secara administrasi  juga terhadap  kepemilikan, yang  dikuasai manusia kepada tanah, antara lain  Pewarisan, jual beli  maupun pengelolaan tanah.

HAK MILIK PRIVAT ATAS TANAH.

Hak milik diatur di dalam Buku II KUH Perdata, UU No.5 Tahun 1960, dan Buku III NBW. Di dalam KUH Perdata Hak Milik diatur di dalam Pasal 570 KUH Perdata s/d  624 KUH Perdata, sedangkan didalam UU No.5 Tahun 1960. Diatur dalam Pasal 20 s/d 27 UU No.5 Tahun 1960.

Hak Milik  :

Hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu kebendaan dengan leluasa, dan untuk berbuat bebas terhadap kebendaan itu dengan kedaulatan sepenuhnya , asal tidak bertentangan dengan Undang-Undang, ketertiban umum dan tidak mengganggu hak orang lain  (Pasal 570 KUH Perdata)  dan penengertian hak milik dalam pasal 570 KUH Perdata dalam arti luas karena benda yang dapat menjadi obyek Hak milik, tidak hanya benda bergerak , tetapi juga tidak bergerak , sedangkan dalam rumusan Pasal 20 UU No.5 Tahun 1960, dimana didalam rumusannya hanya mengenai benda tidak bergerak , khususnya atas tanah , Pasal 20 UU No.5 Tahun 1960 berbunyi

 

“ Hak Milik Adalah Hak Turun-temurun, Terkuat dan Terpenuh yang dapat dipunyai orang Atas Tanah dengan mengingat  ketentuan yang tercantum dalam pasal 6 UUPA “


Pada dasarnya, pemilik atas tanah dapat menggunakan haknya sesuai dengan kehendaknya, namun UU membatasinya dengan fungsi sosialnya, yang artinya, apabila kepentingan untuk umum menghendakinya maka tanah itu dapat dibebaskan dengan memberikan ganti rugi yang layak kepada pemiliknya .

Pembatasan didalam pasal 20 UU No.5 Tahun 1960 hanya pada fungsi sosial , sedangkan pada pasal 570 KUH Perdata dibatasi penggunaannya pada  tiga hal :

 

1)    Tidak bertentangan dengan Undang-Undang.

2)    Ketertiban Umum.

3)    Hak-hak orang lain.

FUNGSI SOSIAL TANAH.

Secara sosial,  manusia berkehidupan secara  berkelompok,  dengan demikian segala kepemilikan  tidak secara individu melainkan secara berkelompok  baik berupa tanah, mata air, maupun area perkebunan, tanah yang ditanami oleh kelompok  maka akan dikuasai secara bergantian atau berkelompok.

FUNGSI EKONOMI TANAH.

Setelah mengetahui bahwa fungsi tanah bisa diperjual belikan bahkan bisa untuk dibarter  atau dihibahkan maupun diwasiatkan maka fungsi tanah berubah mempunyai nilai ekonomi, timbul  hukum Perdata dan hukum yang mengatur kepemilikan tergadap penguasaan atas tanah.

Mdjum.blog online.