Kuliah, tanggal  28  Oktober  2010.

Yang disebut dengan Sistim adalah, terdapat ciri-ciri tertentu, yaitu terdiri dari komponen-komponen yang saling

berhubungan, saling mengalami ketergantungan dalam keutuhan organisasi yang teratur , serta terintegrasi.

Prof.Subekti, SH (dalam Seminar Hukum Nasional IV Maret 1979 di Jakarta) mengatakan ”  Suatu sistim adalah

suatu susunan atau tatanan yang teratur,  suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang berkaitan

satu sama lain, tersusun menurut suatu rencana atau pola, hasil dari suatu penulisan untuk mencapai tujuan.

Setiap sistim mengandung  beberapa asas yang menjadi pedoman dalam pembentukannya, bahwa suatu sistim

tidak terlepas dari asas-asas yang mendukungnya.

Dan sifat sistim itu menyeluruh dan berstruktur  yang keseluruhan komponen-komponennya bekerjasama

dalam hubungan fungsional. Jadi hukum adalah suatu sistim yang artinya suatu susunan atau tatanan teratur

dari aturan-aturan hidup, keseluruhannya terdiri  dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain.

Macam-Macam  Sistim Hukum

1. Sistim Hukum  Eropa Kontinental.

2. Sistim Hukum Anglo Saxon (Anglo Amerika)

3. Sistim Hukum Adat.

4.Sistim Hukum Islam.

MDJUM. BLOG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s